March 4, 2015

Masalah Keamanan Internet Banking

Advertisement

Kaspersky mengungkap;  komplotan  Cracker  multinasional Carbanak  berhasil membobol USD 1 miliar atau setara Rp 12 triliun (USD 1 = Rp 12.000) dari 100-an bank di berbagai Negara.

Bapak Tjho Winarto kebobolan uang tabungan sebesar Rp 245 juta yang disimpan di Bank Permata. (Sumber; kompas.com)

Dua kasus kejahatan tersebut  dilakukan melalui cyber. Yang membedakan, kasus pertama melalui tehnik tingkat tinggi. Sementara yang kedua  dilakukan dengan cara tradisional.

Dari dua contoh kasus diatas, adakah yang merasa takut menggunakan internet banking?

Kalo saya tidak.

Saya masih percaya bank. Saya percaya pihak perbankan menjaga keamanan dana nasabah. Bisnis  mereka  menjaga kepercayaan itu.

Saya percaya divisi ICT dibank manapun bekerja  siang malam mengamankan system yang dibangun. Berperang melawan komplotan Cracker, atau  di cubit hacker amatir yang sedang belajar meretas.  Mereka dibayar mahal untuk itu.

Meski beberapa bulan lalu saya sempat “ribut”  dengan salah satu bank,  mempertanyakan divisi ICT mereka karena tidak  memberi  opsi  unsubscribe pada materi promo yang di kirim ke email, namun  secara umum saya masih percaya bank. Bahkan lebih percaya dari pada organisasi  z3n4y4n n k3b0n z1r1h.  #save ahok .

Bagi saya, internet banking adalah fitur minimal yang harus ada ketika membuka rekening tabungan. Bisa menghemat energy. Hemat biaya. Praktis. Simple. Mudah dan sebagainya. Untuk sederet alasan tadi maka hingga saat ini saya masih bertahan untuk tidak membuka rekening dibank  yang tidak ada fitur internet banking  meskipun sebenarnya saya teramat sangat tertarik sekali pada bank tersebut dengan alasan kedaerahan.


Tips Keamanan Internet Banking
Ngomongin keamanan internet banking sekarang, mari kita lakukan yang bisa dilakukan sebagai user. Selebihnya,  biarkan pihak bank  bekerja mengikuti perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi.

Mengamankan Akses Login dan Otentikasi
-Akses Login. Sudah sering di dengungkan berbagai pihak agar tidak memberikan data User ID dan Password.  Pada siapapun. Untuk alasan apapun. 

Dalam hal ini saya tidak bicara pada mereka  para pasangan se-iya sekata. Sehidup semati.  Uangmu uangku/ Uangku uangmu. Apalagi? wwkkwkkk……

-Otentikasi. Yang kita kenal saat ini ada dua jenis  otentikasi transaksi financial yang gunakan bank; OTP (one time password yang dikirim via sms ke nomor ponsel) dan token Gadget. Jaga dua  senjata itu.

Belajar dari kasus pak Tjho Winarto.
Nomor ponsel beliau “dibajak” melalui pembuatan kartu baru oleh orang lain di grapari telkomsel. Jadi, hati-hati jangan sembarang memberikan data diri yang memenuhi syarat penggantian kartu, misalnya fotokopi KTP.

Mengamankan Perangkat
Yang dimaksud disini adalah perangkat keras yang digunakan,  serta perangkat lunak yang terpasang.

-Jika perangkat keras ( PC, Laptop dll) tidak dalam kondisi bagus, sering hang, lambat, serta  ada tanda-tanda  terserang virus, Trojan, Bot, Spyware, dll, maka,  jangan gunakan untuk transaksi inet banking.

-Pasang  antivirus dan sejenisnya terupdate.

-Hindari  menggunakan internet banking dari warnet dan computer public lainnya.  Orang-orang cenderung kurang bertanggungjawab jika menggunakan barang bukan pribadi.

Penggunaan  yang  baik
Mungkin sering dilupakan, tapi beberapa hal dibawah ini perlu diperhatikan ketika transaksi internet banking baik ketika melakukan transfer maupun pembelian dan pembayaran.

-Gunakan browser yang paling aman.
Jangan hanya  karena ingin hemat kuota data malah mengorbankan faktor keamanan. Gunakan saja Mozilla Firefox  atau google Chrome. Dua browser yang di percaya saat ini paling aman.

-URL yang aman
Url protocol yang aman adalah https.  Jika hanya http maka komunikasi data lebih mudah dibaca para penjahat cyber. 

Pastikan juga url bank masing-masing  telah di bookmarks  pada peramban untuk menghindari salah pengetikan alamat.

-Gunakan keyboard virtual
Gunakan virtual keyboard ketika pengetikan user ID dan password sebagai antispiasi computer sedang dimata-matai.

Memang tidak semua website bank ready dengan virtual keyboard. Tapi kita bisa menampilkan sendiri saat tampilkan layar login terbuka .   Pengguna windows ;  Start > Programs > Accessories > Accessibility > Onscreen Keyboard

-Selalu logout setelah setelah transaksi

-Bersihkan  cokies,cache dan history pada browser  setelah logout.

Mozilla; Tool > option > privacy > clear your recent history
Chrome:  history > clear browsing data


Begitulah. ….. Selamat bertransaksi…………di  BCA, bank mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Danamon, BII, Bank permata, bukopin, sinarmas, syariah, Panin, Mega, Muamalat, mayapada OCBC NISP , BTN, dll

Posted by:

4 komentar:

  1. Bagus ada tip tip untuk menggunakan internet banking tapi kenapa belum ada transfer antar bank gratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. susah bisa gratis transfer antar bank.. yang ada mungkin biaya malah di naikan

      Delete
  2. Internet banking cimbclick saya juga baru dibobol...caranya dg menghubungi lewat telpon dg berpura pura bahwa ada pembatalan tranfer..tapi yg jadi tanda tanya bahwa seblum tlpon..si hacker telah menghacker akun intrnt banking saya dulu..kejadian begitu cepat..shg saya tdk mmperhatikan nmr tlpon yg menelpon saya..saat mpin yg dikirim ke nmr saya ..hrus sy sebutkan ke penelpon..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kacau juga gan...

      saya tangkap disini agan ngasih tahu mpin sama di bandit itu ya...

      spy gak kejadian lagi sebaiknya agan lapor bank... minta ganti user id.. ganti no hp buat mpin nya..dan ganti juga email... dan saya selalu ingatkan email jangan di gabung untuk keperluan lain... khususkan saja untuk akun bank

      bersihin juga komputer nya..kalo perlu instal ulang..

      kalo ada perkembangan baru info lagi gan.. ini penting buat teman2 yg lain

      Delete

mohon maaf admin sudah jarang buka blog ini... pertanyaan dan komentar akan lama di publish dan di balas..

harap maklum