August 6, 2015

Rekening Bank untuk Jual Beli Online

Advertisement

Saya pernah melakukan semacam  “investigasi”  pada puluhan (bahkan kalau ditotal mungkin mencapai seratus-an) pedagang  online Indonesia. Yang saya periksa adalah alat pembayaran yang mereka gunakan.

Pedagang online yang saya maksud adalah para pemilik  toko online, seller di FJB Kaskus, serta mereka yang memanfaatkan facebook  sebagai sarana menjual barang.

Dari pengamatan itu saya melihat  ada semacam kesamaan dalam penggunaan alat pembayaran;  rekening  Bank.

Toko online yang kelihatan ramai biasanya menggunakan empat rekening bank. Yang terlihat sepi atau baru memulai kecenderungan menggunakan dua akun saja.

Saya  yakin   sebagian besar anda yang membaca artikel ini sudah bisa menjawab keempat bank yang digunakan itu.

Pertanyaannya; Apakah  hanya ke-empat rekening bank itu yang  bagus digunakan untuk jual beli online?

Jawab:  Tidak…!!!!

***

Dear  (calon) shopper…. Halo  (calon) seller…. .

Selama   pembayaran  e-commerce menggunakan metode transfer bank,  maka fitur eBanking dari bank manapun  bisa digunakan untuk transaksi jual beli online.

eBanking yang penting adalah Internet banking dan Mobile Banking. Dua fasilitas itu  memastikan transaksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

IBanking dan mBanking bagi seorang pembeli  diperlukan supaya  saat melakukan pembayaran (transfer) dapat dilakukan saat itu juga.  Tidak perlu pergi ke ATM, apalagi harus ke kantor cabang,  TIDAK EFISIEN!

Sementara IBanking dan mBanking bagi seorang penjual diperlukan sebagai sarana untuk melihat mutasi transaksi…

Ooo benar …Princes Syahrini sudah mentransfer ke rekening saya untuk pembayaran tas branded. .. ...

Ooo.. si Boy itu ternyata penipu, ngaku-ngaku sudah transfer tapi setelah dilhat mutasi rekening  tidak ada transferan  dari dia. Berarti  foto struk ATM/bukti transfer  yang dia kirim itu palsu… bikinan….. dasar Tuti….. Mau barang gak mau keluar duit…..

Namun tentu saja, penggunaan ebanking dari bank manapun  untuk transaksi jual beli online bisa menimbulkan  biaya bagi salah satu pihak. Jika biaya itu menjadi beban, perlu dicari solusi untuk menghilangkannya.

Artikel ini dibuat dalam sudut pandang saya, mohon maaf jika nantinya membuat bingung

Rekening Bank  Apa yang Bagus untuk Jualan Online?


Pertanyaan itu tidak jelas, karena kalau pertanyaan itu ditujukan pada saya, maka saya harus tahu dulu: platform apa yang akan digunakan untuk berjualan online?

Jika ingin berjualan di Market Place (misalnya di Tokopedia.com atau bukalapak.com), maka cukup satu rekening  yang di perlukan. Semua pembayaran buyer nantinya akan di handle oleh Market Place itu, sementara anda sebagai seller cukup menarik uang  hasil penjualan di market place ke rekening yang anda miliki, terserah bank apa saja.

Jika ingin berjualan online mandiri: membangun  online shop sendiri, jualan FJB Kaskus, di Facebook, Instagram, Twitter atau social media lain, maka sebaiknya bikin rekening  sebanyak yang anda mampu.
 Dengan harapan,  agar salah satu rekening bank yang anda miliki juga dimiliki pembeli. Dengan begitu si pembeli tidak di bebani  biaya transfer antar bank  (Terkecuali BRI, transfer ke sesama BRI dikenakan  biaya).

Lalu produk tabungan dari  bank apa yang tepat?

Saya tidak akan menjawab  A atau  B.  Di blog ini sudah banyak ditulis berbagai produk tabungan dari beberapa bank, tinggal analisa mana yang tepat, selanjutnya segera buat.

Sengaja  tidak  saya tulis A B C- nya, ini saya lakukan  sebagai pembelajaran bagi agan-aganwati  (calon) seller. Karena saat berjualan nantinya, anda akan bertemu dengan buyer  yang “tidak bisa membaca”.

Anda sudah  menulis deksripsi  suatu produk, anda sudah mencatumkan stok tersedia, anda sudah menulis panduan cara melalukan pembelian, pada akhirnya anda  akan ditanya lagi hal seperti yang telah ditulis  oleh buyer yang “tidak bisa membaca” itu.  Sebelum anda menjadi seller arogan, yang tidak mau menjawab pertanyaan buyer model seperti itu, anda sudah bertemu dengan artikel  arogan ini wkwkwkwk…….. 

Pembelajaran lain dari artikel ini adalah untuk  menumbuhkan  sikap mental (keren kan bahasa gue…….). Sebagai penjual  anda harus punya kemauan untuk melayani konsumen. Jika anda  disini bertanya pada saya produk rekening apa yang tepat untuk berjualan online, itu namanya anda ingin di layani, ingin disuapi.  Jika masih memiliki mental demikian  sebaiknya segera lupakan niat berjualan. Rubah dulu mindset.

**

Rekening Bank Apa yang Bagus Untuk Belanja Online?


Mohon maaf ya sista  saya tidak mau menjawab A atau B.  Bukan karena saya arogan atau sombong  ya….  bukan saya tidak mau menghormati  anda  sebagai tamu blog ini… Tapi saya sedang mengajak  anda  untuk lebih teliti, lebih peka  #sok serius ….

Maksudnya …?

Banyak korban penipuan online  akibat  pembeli   tidak peka pada keberadaan toko online penipu. Harga jauh lebih murah, tidak masuk akal, tidak jelas siapa pemiliknya, tapi pembeli berani mentransfer uang yang ujung-ujung  lenyap tak berbekas.  

Saya yakin semua orang tidak mau tertipu belanja online.  Sakit nya tuh dimana gitu.  Apalagi kalau ditipu oleh anak 16 tahun ketika beli sepeda  ……..  ditipu sama bocah bray  haha…. Tahu nggak itu karena apa? Karena dia sok  pinter,  tukang serobot tempat duduk orang…… 

Ayolah  gan/sis…. Perhatikan….. Kenali…. Cari tahu…. Luangkan waktu untuk membaca….. menganalisa……..….. tanyakan hal-hal belum jelas…… jangan lakukan pertanyaan bodoh seperti ini pada si penjual:   Ini bukan penipuan kan?

Karena ketidak telitian pula  sehingga ada  buyer  kecewa dengan produk yang di beli  secara online  tidak sesuai harapan. Padahal, masalah seperti itu belum tentu kesalahan seller.

Misalnya: 
Si seller menulis stok tersedia T-Shirt brand ABC  size S M L.  Di lengkapi  pula dengan  size chart dalam ukuran centi meter.  Panjang x lebar dada untuk S (65x45cm) M(68x48cm) L(71x51cm).

Hanya karena si buyer  terbisa memakai  Tshirt merk  AEO  dengan size M, dipilih lah itu T-shirt  size M tanpa perhitungan (diukur dulu).  Padahal belum tentu size M brand AEO sama ukurannya dengan size M brand ABC. Ujung-ujungnya T-Shirt yang di terima kekecilan / kegedean. 

Si buyer kecewa:  Ngamuk-ngamuk…. Minta tuker…. Minta duitnya balikin. …. Pang ping pang ping BBM….. SMS ngatain macam-macam karena dia punya paket  SMS  murah…..  Dan seambrek sumpah serapah lain termasuk mengancam bikin surat terbuka di kaskus.

Si Seller tidak terima:  Delcon BBM…... Bikin daftar blacklist buyer….. Bikin aturan baru;  NO RETURN, NO REFUND, NO COMPLAINT…!!!  (Capslock jebol + cetak tebal, pake tanda seru 3 biji lagi…. wkwkwwk….. sabar gan, saya mengerti kenapa agan jadi arogan maksimal gitu…..)

Belum puas, tagline toko online  yang semula memberi kesan bagus dirubah menjadi sangar:  Buyer adalah Raja, Seller adalah Dewa…. ( wadaw….gawat kalo udah gini gan…)

Nah, untuk menghindari kasus-kasus seperti itu, pada  artikel ini sengaja saya tidak cantumkan produk tabungan dari bank apa  yang cocok untuk belanja online. Dengan harapan, calon buyer online mau sedikit membaca beberapa artikel di blog ini… menganalisa fasilitas produk itu… untuk selanjutnya segera menuju bank tersebut untuk membuka rekening. Toh clue-nya sudah ada: fasilitas internet banking dan mobile banking.

Ini juga akan sejalan dengan proses belanja online nantinya;, bahwa buyer perlu membaca beberapa halaman di suatu toko online

Misalnya:

Bagaimana syarat dan ketentuan toko online itu, apakah ada kebijakan pengembalian dana  atau penukaran produk.

Bagiamana kebijakan privasi  olshop itu, apakah anda rela nama dan nomor kontak anda di pajang di website, atau di sebarluaskan oleh si seller sebagai upaya dia berpromosi demi menarik pelanggan.

Hal lain yang perlu diketahui sebelum transaksi adalah bagaimana metode pembayaran, bagaimana pengiriman. Semua itu perlu diketahui…. Dibaca…. Anda setuju silahkan transaksi, tidak setuju jangan belanja disitu, itulah  namanya Smart Buyer.

Bukan buyer labil yang semuanya  ditanya dulu ke seller via SMS, buang-buang pulsa.  Hal begitu yang membuat seller harus menaikan harga jual produk sebagai pengganti biaya SMS.

Menghubungi penjual terlebih dahulu tetap penting untuk mengetes   response  seorang penjual , cepat atau tidak.  Tapi bukan berarti si seller harus di “terror” dengan banyak sms yang sebenarnya sudah di tulis di tokonya.

Lalu bagaimana kalo toko online itu tidak ada halaman seperti  yang di maksud?
Berarti dia bukan Smart Seller….. Itu namanya seller malas….. Mau nya untung doang….. tidak berani membuat  komitmen….. 

Memang banyak toko online bukan penipu (bisa dipercaya)   yang tidak membuat penjelasan seperti itu. Tapi sebagai smart buyer anda seharusnya sudah bisa mengenali seperti apa sosok  penjual  itu.

Hal lain yang perlu diperhatikan seorang  buyer mengenali toko online adalah  bagaimana mereka  berpromosi.  Kalo dia nyepam sana-sini naro link di bagian komentar blog orang berarti dia tidak ber-etika.  Jika cara berpromosi saja tidak ber-etika bagaimana mungkin dia adalah  seorang seller yang  baik ……  ITU… !  #sambil nujuk  ala Mario teguh.

Note: artikel ini sangat mungkin dibaca oleh para penipu.  Untuk itu, jangan jadikan patokan toko online bisa dipercaya meski  suatu toko berusaha mengindentifikasikan dirinya sebagai  smart seller.  Seorang smart buyer  akan mampu mengidentifikasi  gaya bahasa dan gaya penyajiaan dari suatu toko online,  karena dia mau membaca, karena dia mau mencari infomasi, sehingga dia tidak akan termakan dengan apapun penawaran menggiurkan penipu.

**
Bahasanya cukup sampe disini… selanjutnya silahkan agan/sista membaca  artikel produk tabungan di blog ini. Navigasinya cukup jelas kok.  Bisa di mulai dari kategori, atau bisa search langsung. Menu-nya di sidebar, atau ada dibagian bawah jika sedang online dengan hape.

#kartu ATM untuk belanja online

Happy shopping…….

Posted by:

9 komentar:

  1. sip nice articles. wkwkwk.. kyknya mas andrea jg kpn2 perlu nich bikin tulisan atau poling gt sbrapa byk rek dan kartu atm yg pembaca miliki, dan apa alasannya. gw yakin bakal laku keras wkwkwk krn pembaca blog ini banyak bgt dan terus aktif.

    kalo sy pribadi jg termasuk tipe pengkoleksi kartu atm dan rek bank, bukan krn otak bocah penasaran yg hanya ingin coba coba bank ini itu, buka rek sana sini nyari yg bebas admin tapi hbs itu cuman jadi rekening pasif dan endingnya closed by sistem wkwkwk..

    sy membuka byk rek karna memang saya memiliki profesi yg berhubungan dg forex, saham, jual beli skala menengah atas, dll.

    dan biasakan jg utk selalu meminta kartu atm yg memiliki cetak nama, selain untuk keamanan agar kartu tidak mudah tertukar atau ditukar, kartu atm bernama jg tampak exclusive wkwkwkwk..

    sbenernya msh byk lg yg mau gw tulis, tapi pegel jg ngetik pakai hp touchscreen gni krn lg diluar. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo... pantesan duitnya banyak, gak kalah sama bos kita dibawah

      boleh jg ide nya mas, nanti sy pikirin konsepnya, mksh

      Delete
  2. alhamdulillah nongol juga ni artikel
    - buyer yg smart tu buyer yg cerewet, dan mencari tau seluk beluk seller, buat seller yg asing atau baru, ane biasa pake rekber biar aman

    tambahan seller yg aman belum tentu bertanggung jawab lo, contoh seller a jual barang ke buyer b dan barangnya tidak memumaskan, seller a tidak mau tanggung jawab, padahal seller a sudah lama jualan online tapi pas kena apes langsung ngilang

    d tunggu artikel selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus perlu di quote nih "seller yg aman belum tentu bertanggung jawab"

      memang dilema jg sih gan bagi seller .
      kalo barang gak memuaskan/tidak sesuai harapan, terus seller mau terima refund return gitu

      satu sisi seller perlu memperhatikan kepuasan buyer, disini yg lain di khawatirkan ketemu buyer labil atau sekedar coba-coba.

      saran dari saya buat para seller gini:
      untuk buyer yg sudah tiga kali atau lima kali membeli misalnya, buyer bisa mengajukan refund/return jika barang gak sesuai harapan, dengan catatan si buyer itu memang sudah teruji dan bukan mengada2

      Delete
  3. gak bisa replay lewat ucweb

    buat mas albert di cicil aja tulisannye hehehe

    buat mas andre saya gak setuju, soalnya itu akan jadi peluang emas para penipu, misalnya mas andre beli baju baru dgn saya dgn syarat pembeli pertama kali tidak boleh retrun atau complain. dan pas mas andre terima bajunya ternyata baju mas andre dapat itu baju bekas dan banyak sobekan,
    apa yg mas andre rasakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya pasti gondok lah gan, bingung sy jg jawabnya.

      moga para seller pada masuk deh dimari

      Delete
  4. Apapun produknya, PASTIKAN MANFAATNYA, PAHAMI RISIKONYA, PERHATIKAN BIAYANYA.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. keren gan,,,lumayan dapat ilmu baru,,

    ReplyDelete
  6. hahahahahaiiiiiiiiiiiiiiiiii..... Artikelnya bikin saya ngakak... Luar biasa, deskripsi yang mantap. Minta bayar berapa gan 1 artikel blog? hahaha, cari penulis yang kayak gini nih... :D

    ReplyDelete

mohon maaf admin sudah jarang buka blog ini... pertanyaan dan komentar akan lama di publish dan di balas..

harap maklum